Penyebab Keracunan Massal Siswa, Dinkes Bandar Lampung Sebut Dapur MBG Tercemar Bakteri E. coli

BANDAR LAMPUNG470 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SD dan SMP penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung akhirnya menemukan titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar lampung memastikan bahwa dapur penyedia MBG di Kecamatan Sukabumi tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli).

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan lapangan mengungkap dua permasalahan utama tata letak dapur tidak sesuai standar keamanan pangan, dan air yang digunakan untuk mencuci serta mengolah makanan terbukti mengandung bakteri E. coli.

“Bakteri E. coli bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, diare, sakit perut, hingga sakit kepala. Gejala-gejala inilah yang dialami para siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG,” ujar Muhtadi, Kamis (4/9/2025).

Insiden keracunan ini menjalar ke empat sekolah, dengan total korban lebih dari 300 pelajar. Sebagian besar siswa telah pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, beberapa anak masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 31, Susmiyatin, menyampaikan keprihatinannya dan mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi program MBG secara menyeluruh.

“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Kami berharap ada evaluasi mendalam, mulai dari proses pengolahan di dapur hingga distribusi makanan, agar makanan yang diterima siswa benar-benar aman untuk dikonsumsi,” tegasnya saat dihubungi secara terpisah.

Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan warganet. Program MBG yang seharusnya meningkatkan gizi anak justru menjadi ancaman kesehatan. Banyak pihak menilai insiden ini sebagai peringatan keras bagi pemerintah kota agar memperketat pengawasan terhadap standar higienitas penyedia makanan gratis.

Menanggapi hal tersebut, Muhtadi menegaskan bahwa pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi perbaikan yang ketat terhadap dapur penyedia MBG.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Keamanan makanan adalah tanggung jawab bersama semua pihak,” ujarnya.(*)