Kunjungi Keluarga Korban Tenggelam di Karang Maritim, Walikota Bandar Lampung Serahkan Bantuan Rp15 Juta

BANDAR LAMPUNG232 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) –  Suasana haru menyelimuti rumah keluarga korban tenggelam di Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Rabu (24/9). Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, datang langsung untuk menyampaikan belasungkawa serta menyerahkan bantuan senilai Rp15 juta kepada orang tua dua bocah kakak-beradik yang terseret ombak.

Dalam insiden tragis tersebut, Muhammad Bilal (5) meninggal dunia setelah terseret ombak saat bermain di tepi pantai. Sementara sang kakak, Muhammad Balkis (7), berhasil diselamatkan dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di hadapan keluarga yang berduka, Eva Dwiana tampak menahan haru.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga ananda Bilal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk Balkis, semoga lekas pulih dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Saya berharap orang tua diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Eva.

Ia juga mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai.

“Ombak saat ini cukup tinggi. Orang tua harus ekstra hati-hati. Saya juga meminta RT, lurah, dan warga sekitar untuk ikut menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Tangis keluarga pecah saat bantuan diserahkan. Kehadiran wali kota dan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandarlampung menjadi penguat moral bagi keluarga yang tengah berduka.

Lurah Ketapang, Kecamatan Panjang, Sutijo, yang turut mendampingi kunjungan, menjelaskan kondisi keluarga korban. Sang ayah, Bahrudin, sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, sementara sang ibu, Dewi, telah empat bulan terakhir bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.

“Keluarga ini memiliki lima orang anak. Bilal, yang meninggal, adalah anak keempat,” ungkap Sutijo.

Mendengar kondisi tersebut, Eva Dwiana berjanji akan mengupayakan pemulangan sementara ibu korban.

“Kami akan segera berkirim surat kepada Duta Besar RI di Malaysia agar ibu korban bisa pulang sementara waktu untuk mendampingi keluarga yang sedang mengalami musibah ini,” tuturnya.(*)