Bunda Eva Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Anak Bandar Lampung: “Tidak Boleh Ada yang Putus Sekolah”

BANDAR LAMPUNG327 Dilihat

Bandar lampung (Journalmedia.id) – Citra pemimpin religius, sederhana, dan dekat dengan masyarakat begitu melekat pada Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva. Di balik kehangatan dan tutur lembutnya, ia menyimpan tekad besar memastikan seluruh anak di Kota Tapis Berseri mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

“Bunda nggak mau ada anak-anak yang tidak sekolah, khususnya yang tidak mampu. Di mana pun mereka tinggal, kalau di Bandar Lampung, mereka harus bisa sekolah dan mendapat fasilitas,” tegas Bunda Eva kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).

Selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menanggung biaya pendidikan bagi siswa di sekolah negeri. Tidak berhenti di situ, Pemkot juga memberikan beasiswa bagi siswa SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.

“SMA kita bayarkan sampai selesai, begitu juga kuliah. Tahun 2025 ini, dua ribu untuk perguruan tinggi dan lima ribu untuk SMA dan SMK,” jelasnya.

Namun bagi Bunda Eva, pendidikan tidak hanya sebatas ilmu akademik. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan agama sebagai fondasi moral generasi muda.

“Kalau di sekolah-sekolah Kristen mereka berdoa sesuai agamanya, di sekolah-sekolah kita juga begitu. Karakter dan agama harus kuat. Itu modal mereka untuk masa depan,” ujarnya.

Selain pendidikan, kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas yang terus ia dorong. Melalui layanan puskesmas keliling (puskeskel) serta kerja sama lintas sektor dengan camat, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Bunda Eva memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Bukan hanya untuk anak-anak, tapi semua warga. Layanan untuk ibu hamil juga gratis. Kita punya rumah sakit di Dadi Tjokrodipo, puskesmas di tiap kecamatan, dan puskeskel yang aktif turun ke lapangan,” terangnya.

Di balik berbagai program tersebut, Bunda Eva tetap dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan warga. Ia kerap turun langsung ke gang-gang kecil untuk menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, dan meninjau kondisi lapangan.

“Saya suka jalan ke gang-gang, ngobrol sama warga, nanya keadaan mereka. Dari situ saya tahu apa yang harus dibenahi,” katanya.

Melalui kepemimpinan yang mengedepankan kepedulian, Bunda Eva terus menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas utama. Ia meyakini pendidikan dan kesehatan yang baik adalah kunci kemajuan Kota Bandar Lampung.(*)