Buka Lomba Pidato Mandarin, Walikota Eva Dwiana Dorong Pelajar Lampung Kuasai Bahasa Asing

BANDAR LAMPUNG401 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, secara resmi membuka Lomba Pidato Bahasa Mandarin se-Provinsi Lampung yang digelar oleh Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung, Minggu (2/11/2025).

Acara tersebut diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bunda Eva sapaan akrab Walikota menegaskan bahwa kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Mandarin, kini menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan global.

“Di era pergaulan dunia internasional yang sangat maju dan tanpa batas, sangat dibutuhkan kepiawaian berbahasa Mandarin,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga bagian dari literasi global yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di masa depan.

Eva Dwiana menambahkan, kemampuan berbahasa Mandarin dapat membuka peluang kerja sekaligus mempererat hubungan antarbangsa, terutama dengan Tiongkok yang menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia. Ia menilai lomba ini merupakan wadah strategis untuk membentuk generasi berwawasan internasional namun tetap berkarakter Indonesia.

“Dengan menguasai bahasa Mandarin, para pelajar bisa memperluas jejaring, membuka lapangan kerja, bahkan menjadi duta budaya yang menjunjung tinggi nilai persahabatan antarbangsa,” ucapnya.

Walikota juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan global dan jati diri nasional.

“Jadikan kemampuan bahasa Mandarin sebagai bekal masa depan, namun jangan lupakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” pesannya.

Literasi Global dan Penguatan Pendidikan di Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung, lanjut Eva, terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan memperkuat program literasi di sekolah. Tidak hanya literasi baca-tulis, tetapi juga literasi budaya, digital, dan multibahasa yang kini menjadi bagian penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

Ia menilai kegiatan seperti lomba pidato Mandarin merupakan bentuk nyata literasi multibahasa. Melalui kompetisi ini, siswa tidak hanya belajar menghafal teks, tetapi juga berlatih menyusun argumen, berbicara di depan umum, serta memahami makna budaya dari bahasa yang mereka pelajari.

“Selamat berlomba, junjung tinggi sportivitas. Yang terpenting bukan hanya menang, tetapi bagaimana kalian belajar menghargai proses dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Eva memberi semangat.(*)