Bandar Lampung (Journalmedia.id ) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat 720 kasus evakuasi telah ditangani hingga 31 Oktober 2025. Mayoritas laporan berasal dari masyarakat terkait evakuasi hewan berbahaya, terutama ular.
“Sepanjang Januari sampai Oktober, kami sudah menangani sekitar 217 kasus evakuasi ular, mulai dari piton, kobra, hingga ular berbisa lainnya,” ujar Krisna Laksamana, Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Kota Bandar lampung.
Menurut Krisna, cuaca yang tidak menentu membuat hewan liar lebih sering memasuki permukiman.
“Musim kemarau tapi curah hujan masih tinggi, jadi habitat mereka terganggu. Banyak yang akhirnya masuk ke rumah atau halaman warga,” jelasnya.
Selain ular, tim penyelamat juga kerap mengevakuasi biawak, musang, dan anjing liar. “Kasus biawak saja sudah 21 kali, musang 5 kali. Bahkan ada satu kasus unik, kucing tersangkut mata kail,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa laporan warga terkadang tidak berbahaya namun tetap ditindaklanjuti.
“Pernah ada permintaan evakuasi biawak di plafon rumah. Kalau tidak membahayakan, biasanya kami beri edukasi agar warga bisa mengusirnya sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, Damkarmat tetap siaga 24 jam dan siap merespons setiap laporan tanpa memungut biaya.
“Kalau sudah membahayakan, kami pasti datang. Kami juga sudah siapkan personel dan peralatan lengkap seperti penjepit ular, tali, hingga tripod,” tegas Krisna.
Untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, Damkarmat Kota Bandar Lampung dapat dihubungi melalui nomor (0721) 252741 atau 0811-729-444. Para petugas juga rutin mengikuti pelatihan SAR dan vertical rescue guna meningkatkan kemampuan dan keamanan saat bertugas.
“Semua anggota sudah kami latih dan kami siagakan. Masyarakat cukup hubungi kami kapan saja—layanan Damkarmat gratis dan terbuka untuk semua warga,” pungkasnya.(*)
