Bandar Lampung Masuk 8 Besar IGA 2025, Kepemimpinan Eva Dwiana Diapresiasi BPS

BANDAR LAMPUNG445 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Kepemimpinan Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kota Bandar lampung berhasil masuk delapan besar terbaik nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar lampung, Hadi Suryono, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan Eva Dwiana dalam mendorong pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kita patut bangga, Bandar lampung masuk delapan besar terbaik nasional. Ini prestasi luar biasa bagi kita semua,” ujar Hadi saat peresmian Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di Kantor BPS Bandar lampung, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan bahwa meski tidak dapat hadir langsung di Jakarta, seluruh jajaran BPS tetap memberikan dukungan penuh secara daring.

“Kemarin Bunda Eva ke Jakarta, kami menonton lewat YouTube. Kami ikut support lewat komentar dan doa agar Bandar Lampung bisa menjadi yang terbaik,” katanya.

Hadi menyebut pencapaian ini menjadi momentum bagi ASN dan lembaga di Bandarlampung untuk terus melahirkan inovasi.

“Capaian ini jadi motivasi bagi kami di BPS untuk berinovasi di bidang data dan statistik. Arahan Pak Riswan juga jelas, bahwa Bandarlampung sebagai ibu kota provinsi harus jadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Lampung,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen BPS untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan semangat kerja ‘Be The First, Be The Best’.

“Kami ingin menjadi yang pertama dan terbaik dalam memberikan data akurat dan bermanfaat bagi pembangunan kota,” tegasnya.

Dua Inovasi Unggulan Pemkot: Layanan Kesehatan dan SIP PBB

Sebelumnya, Pemkot Bandar lampung menorehkan prestasi dengan masuk delapan besar nasional pada IGA 2025 berkat dua inovasi unggulan di bidang non-digital dan digital.

Untuk inovasi non-digital, Pemkot fokus pada peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas. Program ini mencakup pemantauan rutin kondisi ibu hamil dan bayi, sebagai upaya menekan angka stunting. Setiap bayi yang lahir juga mendapatkan layanan photo shoot gratis sebagai bentuk apresiasi dan pelayanan publik yang humanis.

Sementara di bidang digital, Pemkot meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (SIP PBB), aplikasi berbasis web yang memudahkan masyarakat mengecek dan membayar PBB secara daring melalui Indomaret, Alfamart, Mobile Banking, hingga QRIS.

Pemkot juga memberikan berbagai keringanan PBB, mulai dari penghapusan tagihan di bawah Rp150 ribu, potongan 50 persen untuk tagihan Rp150–300 ribu, hingga diskon 30 persen untuk tagihan Rp300–500 ribu.

“Inovasi ini membuat pelayanan publik semakin mudah, cepat, dan transparan, sekaligus meningkatkan PAD untuk pembangunan kota,” ujar Eva Dwiana.(*)