Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat sistem pengelolaan kebersihan kota melalui penambahan dan peremajaan armada angkutan sampah secara bertahap. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan penambahan lima unit armada baru.
Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sarana dan prasarana kebersihan. Pada 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 30 unit kendaraan pengangkut sampah, sehingga total armada dapat mencapai hampir 100 unit.
“Saat ini, armada yang masih dalam kondisi baik ada sekitar 69 hingga 70 unit. Dengan tambahan 30 unit pada 2026, kami berharap operasional pengangkutan sampah bisa lebih optimal di seluruh wilayah kota,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Peningkatan Sarpras dan Peremajaan Sistem Pengolahan Sampah
Selain memperkuat armada, DLH juga telah melakukan peremajaan container untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Dalam jangka panjang, Pemkot Bandar Lampung menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Lampung terkait pengelolaan sampah terpadu, termasuk rencana pembangunan waste to energy di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak swasta yang berminat mengelola TPA Bakung agar bisa menghasilkan energi listrik dari sampah. Saat ini, kami masih menunggu kesepakatan final,” tambahnya.
DLH juga berencana melanjutkan program controlled landfill di TPA Bakung sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Metode ini menerapkan penimbunan sampah dengan lapisan tanah setiap hari, dilengkapi jaringan pipa gas metana serta sistem drainase untuk mengendalikan air lindi agar tidak mencemari tanah dan air permukaan.
Dengan penerapan sistem ini, area TPA menjadi lebih tertata, bau dapat berkurang, dan potensi pencemaran lingkungan diminimalkan. Pemkot Bandarlampung menargetkan melalui berbagai langkah strategis tersebut, kota tapis berseri dapat bertransformasi menjadi kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan serta menjadi contoh pengelolaan lingkungan perkotaan di Indonesia.(*)
