Pemkot Bandar Lampung Perkuat Mitigasi Setelah Isu Potensi Gempa Megathrust

BANDAR LAMPUNG877 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan upaya mitigasi bencana menyusul kembali mencuatnya isu potensi gempa megathrust di wilayah selatan Sumatra. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari koordinasi bersama BNPB dan Basarnas terkait kesiapsiagaan terhadap potensi bencana besar tersebut.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan mitigasi, terutama edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat sekolah maupun instansi pemerintahan.

“Kami sudah turun ke sekolah-sekolah dan instansi untuk memberikan sosialisasi terkait apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa megathrust, bagaimana prosedur evakuasi, serta di mana titik kumpulnya. Semua kami jelaskan secara rinci,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Selain edukasi di sekolah dan instansi, BPBD juga berencana memperluas jangkauan program mitigasi hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami langkah penyelamatan diri, jalur evakuasi, dan lokasi aman apabila gempa besar disertai potensi tsunami terjadi.

Fokus pada Wilayah Pesisir Berisiko Tinggi

BPBD menegaskan bahwa terdapat empat kecamatan pesisir yang menjadi fokus penguatan mitigasi, yaitu Kecamatan Panjang, Bumiwaras, Telukbetung Selatan, dan Telukbetung Timur. “Empat wilayah ini berada di pesisir sehingga menjadi kawasan yang lebih berisiko bila terjadi gempa megathrust. Karena itu, edukasi dan persiapan mitigasi difokuskan di sana,” kata Kepala BPBD.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, BMKG memang mengingatkan bahwa potensi gempa megathrust secara ilmiah pernah terjadi di masa lalu dan bisa berulang, namun waktu kejadiannya tidak dapat diprediksi.

“Kita tetap harus waspada, tetapi tidak perlu panik. Pemerintah mengingatkan sebagai langkah kewaspadaan, bukan untuk menimbulkan ketakutan,” tegasnya.

Wilayah pesisir Sumatra merupakan salah satu zona aktif megathrust yakni pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi menimbulkan gempa besar dan tsunami. Kesiapsiagaan masyarakat, edukasi kebencanaan, serta jalur evakuasi yang jelas menjadi kunci dalam mengurangi risiko korban apabila bencana terjadi.

BPBD memastikan akan terus memperkuat edukasi berbasis komunitas serta meningkatkan koordinasi dengan BNPB, Basarnas, dan BMKG agar kesiapsiagaan di tingkat daerah berjalan optimal.(*)