Pemkot Bandar Lampung Salurkan Santunan BPJamsostek Rp622 Juta untuk Pekerja Non ASN

BANDAR LAMPUNG816 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyalurkan santunan dengan total nilai Rp622 juta kepada belasan keluarga penerima manfaat non ASN yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan meninggal dunia.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana kepada 13 keluarga penerima manfaat, Kamis (5/2/2026).

Besaran santunan yang diberikan bervariasi. Untuk kasus kecelakaan kerja, santunan mencapai Rp161 juta, sedangkan santunan kematian sebesar Rp42 juta.

“Alhamdulillah, petugas kita mendapatkan haknya. Nominalnya bervariasi, ada yang menerima Rp 161 juta karena kecelakaan kerja, dan ada yang Rp 42 juta untuk santunan kematian,” jelasnya.

Selain santunan tunai, Pemkot Bandar Lampung juga memberikan jaminan pendidikan bagi anak ahli waris. Tercatat tiga anak menerima beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp23,5 juta.

Walikota Eva Dwiana menegaskan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja non ASN yang selama ini turut berperan dalam pelayanan masyarakat.

Iuran BPJamsostek RT, Kaling, dan Linmas Ditanggung Pemkot

Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana juga memastikan seluruh Ketua RT, Kepala Lingkungan (Kaling), dan petugas Linmas di Kota Bandar Lampung kini terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan BPJamsostek.

Iuran kepesertaan BPJamsostek bagi RT, Kaling, dan Linmas sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui APBD.

“Program BPJS untuk RT, Linmas, dan lain-lain sudah diproses, kartu sudah siap, tinggal kita bagikan,” tegas Walikota yang akrab disapa Bunda Eva usai menyerahkan santunan secara simbolis di Bandar Lampung.

Eva berharap perlindungan kerja tersebut dapat membuat para petugas semakin sigap, aman, dan responsif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dengan adanya jaminan ini, kerjanya harus nambah ‘gegas’. Pelayanan ke masyarakat harus lebih cepat dan responsif,” imbuh Bunda Eva.(*)