Pemkot Bandar Lampung Klaim Temuan HIV Bukti Keberhasilan Screening

BANDAR LAMPUNG10 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) –  Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya pengendalian penyebaran HIV/AIDS. Meningkatnya jumlah temuan kasus belakangan ini ditegaskan bukan sebagai tanda munculnya wabah baru, melainkan hasil dari langkah deteksi dini yang semakin masif dilakukan di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengungkapkan bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk screening HIV telah melampaui target, bahkan mencapai lebih dari 119 persen.

“Capaian di atas 100 persen menunjukkan bahwa mitigasi risiko penyebaran sudah berjalan. Ini bukan kondisi darurat, tetapi bukti keseriusan kita dalam mengejar target eliminasi HIV pada 2030,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan mengedepankan strategi jemput bola dengan menyasar langsung kelompok-kelompok berisiko. Fokus screening diarahkan pada delapan kategori utama, di antaranya ibu hamil, penderita TBC, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), wanita pekerja seks (WPS), lelaki seks lelaki (LSL), waria, pengguna narkoba suntik, serta warga binaan pemasyarakatan.

Muhtadi menambahkan, tingginya angka kasus reaktif, termasuk ratusan temuan pada kelompok LSL, merupakan konsekuensi dari intensifnya penelusuran kasus. Menurutnya, semakin cepat kasus terdeteksi, maka penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan bisa ditekan.

Upaya pencegahan juga difokuskan pada kelompok ibu hamil melalui program Triple Eliminasi. Program ini memberikan layanan pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis secara gratis guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Saat ini, layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) telah tersedia di 31 puskesmas di Bandar Lampung. Selain itu, strategi global Fast Track 95-95-95 turut diterapkan, dengan target 95 persen orang dengan HIV terdiagnosis, 95 persen menjalani terapi Antiretroviral (ARV), dan 95 persen mencapai kondisi supresi virus.

“Jika pasien rutin mengonsumsi ARV sesuai anjuran, jumlah virus dapat ditekan. Dalam kondisi ini, risiko penularan menjadi sangat rendah dan pasien tetap bisa hidup normal serta produktif,” terangnya.

Untuk memperluas jangkauan, Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition.

Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan kerahasiaan identitas pasien tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpengaruh informasi yang keliru, karena HIV tidak menular melalui kontak fisik biasa seperti bersalaman, berpelukan, berbagi alat makan, maupun penggunaan fasilitas umum.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, Pemkot Bandar Lampung optimistis mampu menekan laju penularan HIV sekaligus mencapai target eliminasi pada tahun 2030.(*)