Gubernur Lampung Tinjau Perbaikan Jalan, Target Kemantapan Capai 86 Persen di 2026

LAMPUNG TENGAH48 Dilihat

Lampung Tengah (Journalmedia.id) – Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ke Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (3/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung progres perbaikan ruas jalan Kalirejo – Bangun Rejo di Kecamatan Kalirejo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas, sekaligus mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah.

Ruas Kalirejo – Bangun Rejo menjadi bagian penting karena terhubung dengan sejumlah jalur strategis lain, seperti Kalirejo – Padang Ratu, Bangun Rejo – Wates, hingga Kalirejo – Pringsewu. Pemerintah provinsi juga tengah mengerjakan ruas Padang Ratu – Kalirejo dan Padang Ratu – Pekurun Udik secara terintegrasi.

Berdasarkan data teknis, total penanganan mencakup:

Kalirejo – Bangun Rejo sepanjang 5,53 km dengan rigid beton senilai Rp57,75 miliar

Padang Ratu – Pekurun Udik sepanjang 3,5 km senilai Rp38,39 miliar

Padang Ratu – Kalirejo sepanjang 6,5 km senilai Rp66,69 miliar

Ketiga ruas tersebut merupakan jalur vital dengan mobilitas tinggi, didominasi aktivitas pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga transportasi pelajar. Tingginya volume kendaraan, termasuk angkutan berat, selama ini mempercepat kerusakan jalan.

Gubernur menegaskan, percepatan pembangunan jalan sudah dimulai sejak April 2026, lebih awal dari biasanya. Ia menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi dari 75 persen pada 2025 menjadi 86 persen pada 2026, dengan total perbaikan hampir 200 km.

Khusus Lampung Tengah, capaian ditargetkan lebih tinggi. Dari kondisi saat ini sebesar 89 persen, kemantapan jalan diharapkan meningkat menjadi 98 persen pada akhir 2026.

Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan para pelaksana proyek agar menjaga kualitas pekerjaan. Ia menyoroti tiga penyebab utama kerusakan jalan, yakni buruknya drainase, kendaraan overloading, dan rendahnya mutu konstruksi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengujian material sebelum digunakan serta perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga sistem drainase agar tidak menimbulkan kerusakan baru.

“Jalan yang dibangun ini berasal dari uang rakyat, jadi harus berkualitas dan tahan lama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.(*)

News Feed