Pemprov Lampung Genjot Perbaikan Jalan di Way Kanan, Rp172 Miliar Digelontorkan

WAY KANAN19 Dilihat

Way Kanan (Journalmedia.id) – Pemerintah Provinsi Lampung mulai mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026. Program ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (8/4/2026).

Pada tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp172,2 miliar untuk pembangunan jalan yang terbagi dalam tujuh paket pekerjaan. Total panjang penanganan mencapai 20,20 kilometer dan tersebar di sejumlah ruas strategis di wilayah Way Kanan.

Dalam tahap awal, terdapat tiga paket prioritas yang langsung dikerjakan. Salah satunya adalah ruas Kasui–Air Ringkih dengan penanganan sepanjang 5,64 kilometer. Proyek ini menyerap anggaran Rp53,319 miliar dan menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton guna meningkatkan daya tahan jalan.

Selanjutnya, pembangunan juga dilakukan pada ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,651 miliar menggunakan flexible pavement atau aspal.

Sementara itu, ruas Tegal Mukti–Tajab menjadi paket terbesar dengan panjang penanganan 8,937 kilometer dan anggaran Rp67,017 miliar, yang juga menggunakan konstruksi aspal.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Way Kanan yang selama ini dinilai mendesak. Selain meningkatkan aksesibilitas, proyek ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta membuka peluang ekonomi baru di daerah tersebut.

Warga Desa Gunung Sari, Khoiri Mashudi, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Ia menilai ruas Kasui–Air Ringkih memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan jalur utama perekonomian masyarakat Way Kanan. Kami berharap pembangunan dilakukan secara menyeluruh dan tidak terputus,” ujarnya.

Menurut Khoiri, kondisi jalan di wilayah tersebut telah lama mengalami kerusakan tanpa penanganan maksimal. Perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya dinilai masih terbatas dan belum menjawab kebutuhan warga secara keseluruhan.

Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat setempat berprofesi sebagai petani kelapa sawit yang sangat bergantung pada kondisi jalan untuk distribusi hasil panen.

“Kalau jalan bagus, distribusi hasil panen lebih cepat dan biaya angkut bisa ditekan. Dampaknya langsung ke pendapatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa proyek pembangunan harus dikerjakan dengan standar kualitas tinggi. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan, khususnya pada sistem drainase, agar jalan yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pemerintah berharap pembangunan ini menjadi titik awal perbaikan infrastruktur yang lebih merata serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Way Kanan.(*)