Penerapan WFH ASN Dipantau Wamendagri, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Berjalan Baik

BANDAR LAMPUNG80 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus didampingi Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau langsung penerapan kebijakan kerja fleksibel Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandar Lampung, Jumat (10/4/2026).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mengatur kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), dengan skema WFH setiap hari Jumat mulai April 2026.

Pemantauan dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemerintah Kota Bandar Lampung,RSUD Dr A Dadi Tjokrodipo, Kantor Camat Tanjungkarang Pusat, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Kelurahan Kupang Teba.

Hasilnya, Wiyagus memastikan penerapan sistem kerja tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Seluruh loket layanan tetap beroperasi normal dan petugas melayani seperti biasa.

“Hasil pemantauan yang kami lakukan tadi baik yang WFO maupun WFH berjalan baik, Khusus yang WFO semua pelayanan berjalan baik tidak ada pengurangan layanan,”Ujar Akhmad Wiyagus.

Ia mengapresiasi Pemerintah Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai mampu menjalankan kebijakan tersebut dengan baik. Menurutnya, pola kerja fleksibel menjadi bagian dari transformasi budaya kerja ASN yang menekankan kinerja, akuntabilitas, serta pemanfaatan teknologi.

Meski demikian, sejumlah layanan vital seperti kesehatan, kebencanaan, dan pemadam kebakaran tetap dikecualikan dari kebijakan WFH. Pelayanan di fasilitas kesehatan, termasuk unit gawat darurat dan layanan kebidanan, disebut tetap berjalan tanpa kendala.

Wiyagus juga menegaskan bahwa kepala daerah hingga pejabat struktural tetap bekerja dari kantor untuk menjaga efektivitas koordinasi dan pengambilan keputusan.

Untuk memastikan kedisiplinan ASN yang bekerja dari rumah, pemerintah daerah telah menerapkan sistem pengawasan berbasis digital, termasuk presensi dan laporan kerja harian.

Selain itu, kebijakan ini turut mendorong efisiensi penggunaan sumber daya, seperti penghematan listrik dan air di lingkungan perkantoran.

“WFH tidak mengurangi produktivitas, justru menjadi bagian dari upaya efisiensi dan peningkatan kinerja ASN,” pungkasnya.

Sementara, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengapresiasi atas kunjungan Wakil Mendagri di Kota Bandar Lampung.

“Kedatangan Pak Wamen ini mendadak, tadi pagi kami mendapat informasi bahwa Pak Wamen sudah berada di Bandar Lampung,” ujarnya.

Eva Dwiana menyampaikan bahwa penerapan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Kota saat ini masih berada pada kisaran 20 persen dan bersifat sementara.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut akan segera dievaluasi dalam waktu dekat, dengan rencana peningkatan kapasitas hingga 50 persen pada pekan mendatang.

Menurut Eva, kunjungan mendadak Wakil Menteri Dalam Negeri menjadi bahan evaluasi langsung bagi jajaran Pemkot. Ia mengaku tidak menyangka kedatangan pejabat pusat tersebut.(*)