Pemkot Bandar Lampung Perkuat Komitmen Tekan Kasus TBC, Siap Jadi Contoh Penanganan di Daerah

BANDAR LAMPUNG292 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) –  Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan terintegrasi dan kolaboratif lintas sektor.

Hal ini disampaikan Walikota Eva Dwiana saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Aula Semergou, Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Menurut Eva, kehadiran pemerintah pusat dan provinsi menjadi dorongan kuat bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan TBC.

“Ini menjadi kehormatan bagi kami. Kami berharap Bandar Lampung bisa menjadi contoh dalam penanganan TBC di daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanggulangan TBC telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah kota. Upaya tersebut dijalankan melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta berbagai organisasi yang aktif di tengah masyarakat.

“Kami bergerak bersama. Semua unsur di Bandar Lampung ikut berkontribusi untuk menurunkan angka TBC, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung,” katanya.

Dari sisi fasilitas, Pemkot Bandar Lampung memastikan layanan kesehatan telah memadai. Saat ini, terdapat rumah sakit swasta, rumah sakit milik pemerintah, serta 31 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota untuk melayani masyarakat.

Sejumlah fasilitas rujukan utama di antaranya RSUD A. Dadi Tjokrodipo dan RSUD Abdul Moeloek yang turut menangani berbagai kasus penyakit, termasuk TBC.

Selain fokus pada penanganan TBC, Eva menegaskan pemerintah kota juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh. Pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah pusat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap TBC. Menurutnya, penyakit tersebut bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi, melainkan harus segera ditangani agar dapat disembuhkan.

“TBC bukan aib. Ini penyakit yang bisa disembuhkan jika ditangani dengan baik. Mari kita obati bersama,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, penanganan TBC di Bandar Lampung diharapkan semakin efektif dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pengendalian penyakit menular.(*)