Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Penanganan TBC di Bandar Lampung, Tekankan Deteksi Dini dan Pelacakan Kasus

BANDAR LAMPUNG60 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Bandar Lampung menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus ke Puskesmas Way Halim Dua, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tingkat pertama berjalan optimal, terutama dalam mendeteksi dan menangani kasus TBC di masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap upaya pengendalian TBC di daerah.

Dalam kesempatan itu, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus berdialog dengan pasien TBC yang tengah menjalani pengobatan. Ia menekankan pentingnya deteksi dini secara menyeluruh, tidak hanya pada pasien, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

“Pemeriksaan tidak boleh hanya dilakukan kepada pasien. Keluarga dan orang-orang terdekat juga harus diperiksa, karena penularan bisa terjadi tanpa disadari dan gejalanya baru muncul di kemudian hari,” ujarnya.

Ia juga meminta tenaga kesehatan di puskesmas untuk lebih aktif melakukan pelacakan kontak erat pasien. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci dalam memutus rantai penularan sekaligus mempercepat penanganan kasus.

Benjamin turut menyoroti masih tingginya potensi kasus baru TBC akibat belum optimalnya upaya pencegahan di sejumlah wilayah. Ia mengingatkan, tanpa penguatan langkah preventif, jumlah kasus berpotensi terus berulang setiap tahun.

“Jika satu wilayah sudah mengobati puluhan pasien, tetapi tahun berikutnya muncul jumlah kasus yang sama, itu berarti pencegahannya belum optimal. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Pemerintah berharap sinergi antara pusat dan daerah dapat memperkuat penanganan TBC secara menyeluruh, sehingga angka penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.(*)