Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemkot Bandar Lampung Gelar “Jumat Bersih” Massal di 126 Kelurahan

BANDAR LAMPUNG91 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Menyikapi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April 2026, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan aksi “Jumat Bersih” serentak di seluruh wilayah kota, Jumat (17/4/2026) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan di 126 kelurahan dan 20 kecamatan sebagai upaya mitigasi dini untuk mengurangi risiko banjir akibat peningkatan intensitas hujan.

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan penguatan dari program rutin pemerintah, dengan fokus utama pada pembersihan jalur drainase.

Menurutnya, kegiatan melibatkan seluruh elemen masyarakat bersama aparatur pemerintah hingga tingkat lingkungan. Sasaran pembersihan mencakup drainase dan gorong-gorong utama, siring atau selokan di permukiman warga, serta saluran air primer dan sekunder yang rawan tersumbat.

“Sesuai arahan Walikota, kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap pekan hingga tingkat RT,” ujarnya.

Hendry menambahkan, efektivitas sistem drainase perkotaan sangat dipengaruhi oleh kapasitas saluran. Tumpukan sedimen dan sampah, kata dia, kerap mengurangi daya tampung hingga 70 persen.

“Pembersihan ini merupakan langkah mitigasi struktural agar air hujan dapat mengalir optimal tanpa meluap ke jalan maupun permukiman,” jelasnya.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan maksimal, Walikota juga mewajibkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan guna memantau kegiatan di masing-masing wilayah.

Mereka juga diminta mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai bahan evaluasi dan acuan langkah strategis selanjutnya oleh pimpinan daerah dan Satgas Bencana.

Selain itu, koordinasi lintas wilayah dinilai penting mengingat sistem drainase kota yang saling terintegrasi.

Hendry menegaskan, Forum Camat mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai langkah preventif menghadapi potensi banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.

“Momentum ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, risiko genangan air di Kota Bandar Lampung dapat diminimalisasi secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*)