Wakil Gubernur jihan Nurlela Ajak Kampus Mesir Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Perdamaian Dunia

BANDAR LAMPUNG39 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Seminar Ulama Internasional bertajuk “Pesan Perdamaian Al-Qur’an untuk Dunia” yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Darul Fattah bersama Risalah As Salam Mesir ini menghadirkan delegasi akademisi dari sejumlah perguruan tinggi Mesir, di antaranya Suez Canal University dan Cairo University.

Turut hadir dalam forum tersebut Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito serta Direktur Umum Risalah As Salam Mesir Majdy Ahmad Hamid Tantowy.

Dalam sambutannya, Jihan mendorong penguatan kerja sama antara perguruan tinggi Mesir dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta kampus-kampus lokal. Ia menilai kolaborasi lintas negara tersebut berpotensi besar dikembangkan, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun dalam upaya menjaga perdamaian global.

Menurutnya, Lampung memiliki modal kuat untuk menjalin kemitraan strategis, didukung oleh kualitas sumber daya manusia serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Kami optimistis kerja sama ini bisa berkembang karena Lampung memiliki potensi besar, baik dari sisi SDM maupun sumber daya alam, untuk dikembangkan bersama di berbagai sektor,” ujarnya.

Jihan berharap hubungan kemitraan antara delegasi Mesir, Yayasan Darul Fattah, dan perguruan tinggi di Lampung dapat terus berlanjut dan diperluas, termasuk dalam program-program yang berkontribusi pada perdamaian dunia.

Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut, yang dinilai bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan gagasan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjawab tantangan global.

Dalam paparannya, Jihan menyoroti kondisi dunia yang tengah menghadapi berbagai krisis kemanusiaan, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menilai kemajuan teknologi dan kecerdasan manusia belum selalu diimbangi dengan kebijaksanaan.

“Di tengah situasi ini, Al-Qur’an hadir sebagai pedoman yang menawarkan nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan kemuliaan manusia,” katanya.

Ia juga mengingatkan kembali kontribusi besar peradaban Islam terhadap dunia, dengan menyebut tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Ibnu Khaldun sebagai bukti nyata kemajuan ilmu pengetahuan dalam sejarah Islam.

Menurutnya, seminar ini penting untuk memperkuat narasi Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan universal.

Di sisi lain, Jihan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung penguatan pendidikan serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif. Ia menyebut Lampung sebagai miniatur keberagaman Indonesia yang mampu menjaga kerukunan antarwarga.

“Selama ini masyarakat Lampung hidup berdampingan secara harmonis, dan itu akan terus kami pertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung Abu Azzam Aryasin berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai perdamaian sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan Islam di daerah.

Ia menilai Mesir dan kawasan Timur Tengah selama ini dikenal sebagai pusat keilmuan Islam, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.

“Kami ingin menghadirkan dan mengembangkan ilmu tersebut di Lampung, agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan tersebut dapat terus berkelanjutan.(*)