Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Mutyara Khairunnisa dari Universitas Lampung dan Yoglenndy Joshberth Dafander dari Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya berhasil meraih gelar utama sebagai Muli dan Mekhanai Kota Bandar Lampung tahun 2026.
Keduanya tampil unggul setelah melewati serangkaian penilaian ketat, mengalahkan puluhan finalis lain yang juga menunjukkan potensi serta kualitas terbaik. Posisi kedua diraih oleh Zafira dan Sultan, sementara peringkat ketiga ditempati oleh Khanza dan Dharma.
Malam grand final yang digelar pada Senin Malam (27/4/2026) di Aula Gedung Semergou Pemkot bandar lampung berlangsung meriah. Sorak sorai penonton memenuhi Aula Semergou, mengiringi ajang bergengsi pemilihan duta wisata Kota Tapis Berseri tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, menyampaikan bahwa pemilihan Muli Mekhanai tahun ini mengusung tema “Empowering Youth Tourism of Bandar Lampung”. Tema ini menitikberatkan pada peran generasi muda sebagai penggerak sektor pariwisata daerah.
Menurutnya, ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi proses pembinaan. Para peserta dibekali pengetahuan mengenai budaya, potensi wisata, serta kemampuan komunikasi sebagai duta daerah.
Proses seleksi telah berlangsung sejak Maret 2026. Dari total 74 peserta, hanya 30 finalis yang berhasil melaju ke babak grand final setelah melalui tahapan seleksi yang ketat dan berlapis. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi pariwisata, hingga budayawan.
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut memberikan pesan kepada para finalis. Ia mengajak para Muli Mekhanai terpilih untuk aktif mengenalkan potensi wisata daerah serta terus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal.
“Saya berharap yang terpilih nantinya bisa mempromosikan pariwisata Kota Bandar Lampung. Kalian semua sudah luar biasa bisa sampai di grand final ini,” ujarnya. (*)
