Eva Dwiana: Penanganan Banjir Butuh Kerja Bersama dari Hulu hingga Hilir

BANDAR LAMPUNG123 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Eva Dwiana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan utama di ibu kota Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut disampaikan Eva saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, praktisi tata kota, hingga komunitas lingkungan untuk merumuskan langkah strategis penanganan banjir secara menyeluruh.

FGD dibuka secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Pemprov Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif penanganan banjir di Kota Bandar Lampung.

Rektor IIB Darmajaya selaku tuan rumah juga menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyusun roadmap penanganan banjir berbasis kajian ilmiah dan data lapangan.

Dalam forum tersebut, Eva Dwiana menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Semua yang ada di sini harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Bandar Lampung menjadi tantangan tersendiri karena wilayah kota dilintasi enam sungai besar dan puluhan aliran sungai kecil. Menurutnya, sejumlah saluran air kini mengalami penyempitan akibat bangunan yang berdiri di atas badan sungai.

“Banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air. Termasuk kampus ini yang membuat aliran tidak normal dan memicu banjir,” katanya.

Meski demikian, Eva menegaskan penertiban bangunan di atas sungai akan dilakukan dengan pendekatan persuasif agar tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

“Kita harus manusiawi. Tapi kalau ini tidak ditangani, Bandar Lampung bisa terus tenggelam saat hujan deras,” tegasnya.

Selain penataan kawasan sungai, forum tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis lain, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase perkotaan, penguatan daerah resapan air, penataan tata ruang, hingga penguatan regulasi dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi banjir.

Eva juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir dari hulu hingga hilir.

“Kalau kita diamkan, banjir akan terus berulang. Maka harus ada kerja bersama, dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta FGD menyepakati komitmen bersama untuk mendukung implementasi roadmap penanganan banjir berbasis data dan kajian ilmiah, sekaligus memperkuat sinergi program infrastruktur, lingkungan, dan kebijakan lintas sektor.

Eva berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah konkret dan terintegrasi agar Bandar Lampung ke depan terbebas dari persoalan banjir.

“Kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandar Lampung. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya.(*)