IDS Sumatra 2026 Pecahkan Rekor di Lampung Selatan, Ribuan Penonton Padati Way Handak Tanpa Bebani APBD

LAMPUNG SELATAN21 Dilihat

Lampung Selatan (Journalmedia.id) – Gemuruh mesin mobil drift dan kepulan asap ban menyelimuti kawasan Way Handak Expo, Kalianda, sepanjang akhir pekan ini. Ribuan warga memadati arena untuk menyaksikan gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra.

Ajang balap drifting bergengsi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 23–24 Mei 2026 dan menjadi salah satu event otomotif terbesar yang pernah diselenggarakan di Lampung Selatan.

Namun bukan hanya aksi para drifter yang mencuri perhatian. Di balik suksesnya penyelenggaraan event ini, terdapat fakta menarik yang menjadi sorotan publik. Seluruh rangkaian kegiatan disebut berlangsung tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa penyelenggaraan IDS Sumatra 2026 sepenuhnya didukung melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, nol rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Egi saat meninjau arena di Way Handak Expo, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi hambatan untuk menghadirkan kegiatan berskala nasional yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kerja sama lintas sektor, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai pihak untuk mewujudkan agenda besar tersebut.

Strategi itu terbukti membuahkan hasil. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, event ini juga memberikan efek ekonomi yang langsung terasa, terutama bagi sektor pariwisata, perhotelan, dan pelaku usaha mikro.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengatakan tingkat kunjungan wisatawan meningkat signifikan selama pelaksanaan IDS.

“Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Dari hasil diskusi dengan sejumlah tamu yang datang, tingkat hunian hotel di Lampung Selatan bahkan sudah penuh. Ini menjadi peluang besar yang berhasil kita manfaatkan,” katanya.

Tri menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan IDS Sumatra 2026 merupakan contoh nyata penerapan konsep kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan media dalam satu gerakan bersama.

“Terima kasih kepada IDS dan seluruh pihak swasta yang terlibat. Ini menjadi bukti bahwa event besar bisa diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat,” lanjutnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari membludaknya jumlah penonton di arena. Riki (30), warga Kecamatan Katibung, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan aksi para pembalap favoritnya.

“Ini keren sekali. Apalagi gratis untuk masyarakat. Kita bisa melihat bahwa pemerintah daerah mampu menggandeng swasta dan komunitas untuk menghadirkan acara nasional tanpa membebani uang rakyat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siska (24), warga Kalianda, yang menilai perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara meningkat drastis selama berlangsungnya kegiatan.

“Hotel ramai, UMKM juga banyak pembeli. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena selain menghibur juga membantu ekonomi masyarakat kecil,” katanya.

Keberhasilan IDS Sumatra 2026 tidak hanya menjadi catatan baru bagi dunia otomotif di Sumatra. Lebih dari itu, event ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah dan penyelenggaraan kegiatan berskala besar dapat diwujudkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan sinergi berbagai pihak tanpa harus bergantung pada anggaran pemerintah daerah.(*)