Lomba Kuliner Tradisional Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung, Ratusan Peserta Tampilkan Cita Rasa Khas Lampung

BANDAR LAMPUNG11 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus mendorong pelestarian budaya melalui sektor kuliner. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Lomba Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar lampung.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Mandala Alam, Rabu (22/7/2026), diikuti secara antusias oleh seluruh unsur pemerintahan di lingkungan Pemkot Bandarlampung. Sebanyak 46 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), 20 kecamatan, serta 126 kelurahan turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Mengusung tema “Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas”, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas mengolah makanan khas daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner Lampung kepada masyarakat.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat membuka acara mengatakan bahwa pelestarian kuliner tradisional merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, makanan tradisional tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi warisan yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai budaya, sekaligus mengembangkan makanan khas tradisional Lampung,” ujar Eva.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kuliner lokal sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandarlampung.

Menurut Eva, kekayaan kuliner yang dimiliki Lampung memiliki potensi menjadi daya tarik wisata apabila terus dilestarikan dan dipromosikan secara berkelanjutan.

“Budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat. Karena itu mari kita jaga dan lestarikan budaya daerah dengan mencintai budaya sendiri serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan,” katanya.

Beragam hidangan khas Lampung dan jajanan pasar yang disajikan para peserta menjadi daya tarik tersendiri dalam perlombaan tersebut. Selain menampilkan cita rasa autentik, setiap peserta juga menyajikan makanan dengan kreativitas dan tampilan yang menarik.

Meski berlangsung dalam suasana kompetitif, Eva mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai sarana mempererat kebersamaan, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah menjaga sportivitas, memperkuat rasa kebersamaan, dan semakin mencintai masakan tradisional Lampung,” tutupnya.(*)