Stan Dinkes Jadi Magnet di Bandar Lampung Expo, Hampir 1.000 Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

BANDAR LAMPUNG21 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Stan pelayanan kesehatan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi selama gelaran Bandar Lampung Expo 2026. Tidak hanya menikmati pameran dan hiburan, ratusan warga memanfaatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan sejak expo dibuka, jumlah masyarakat yang datang ke stan kesehatan terus meningkat. Hingga Rabu (22/7/2026), tercatat sebanyak 990 orang telah memanfaatkan layanan yang disediakan.

“Sejak hari pertama Bandar Lampung Expo dibuka, sudah ada 990 masyarakat yang datang ke stan kesehatan. Angka ini menunjukkan antusiasme warga sangat tinggi terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Muhtadi.

Beragam layanan disediakan di stan tersebut, mulai dari pemeriksaan tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan darah, hingga tes laboratorium sederhana seperti pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi kesehatan maupun pola gizi. Seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.

Salah satu layanan yang menarik perhatian pengunjung adalah Pojok Cantik, sebuah inovasi hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan sejumlah klinik kecantikan di Bandar Lampung. Melalui layanan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai kesehatan kulit serta perawatan kecantikan yang aman.

Menurut Muhtadi, kehadiran stan kesehatan di Bandar Lampung Expo merupakan strategi jemput bola untuk memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan hingga pertengahan tahun 2026, cakupan pemeriksaan kesehatan gratis di Kota Bandar Lampung telah mendekati 30 persen. Pemerintah kota menargetkan angka tersebut meningkat menjadi sekitar 46 persen dari total penduduk sebelum akhir Desember 2026.

“Saat ini capaian pemeriksaan kesehatan gratis sudah hampir 30 persen. Kami optimistis target 46 persen hingga akhir tahun bisa tercapai,” ujarnya.

Muhtadi menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan yang diperoleh selama kegiatan akan dihimpun sebagai basis data kesehatan masyarakat. Informasi tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan langkah penanganan, pengobatan, maupun edukasi yang lebih tepat sesuai kondisi kesehatan warga.

Melalui layanan ini, Dinas Kesehatan berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga potensi penyakit dapat dideteksi lebih awal dan ditangani sejak dini.(*)