Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung mencatatkan hasil penjualan yang menggembirakan selama mengikuti Bandar Lampung Expo 2026. Hingga pertengahan penyelenggaraan, omzet yang dibukukan telah menembus lebih dari Rp100 juta.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan tingginya minat pengunjung terlihat dari larisnya sejumlah produk unggulan yang dipasarkan di stan Dinas Perdagangan. Beragam produk khas daerah ditawarkan, mulai dari kain tapis, kain tenun, peci, madu, hingga aneka makanan olahan hasil produksi UMKM lokal.
“Alhamdulillah, nilai penjualan di stan Dinas Perdagangan sudah mencapai lebih dari Rp100 juta. Produk yang paling diminati pengunjung di antaranya kain tapis serta berbagai makanan olahan UMKM,” kata Erwin, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, Bandar Lampung Expo tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
Tak hanya di stan Dinas Perdagangan, aktivitas transaksi di seluruh tenant yang berpartisipasi dalam expo juga menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan pelaksanaan, total nilai transaksi tercatat telah melampaui Rp1,5 miliar dan diperkirakan terus meningkat hingga penutupan kegiatan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan total transaksi selama Bandar Lampung Expo 2026 dapat menembus lebih dari Rp3 miliar. Target tersebut dinilai realistis melihat tingginya antusiasme masyarakat yang terus memadati arena pameran setiap harinya.
Bandar Lampung Expo 2026 merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung. Selain menghadirkan berbagai layanan publik, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan dan daya saing UMKM di Kota Tapis Berseri.(*)
