Peringati Hari Anak Nasional, Wulan Mirza Ajak Semua Pihak Wujudkan Generasi Unggul Lampung

BANDAR LAMPUNG18 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi Lampung menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak. Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Wulan Mirza saat menghadiri peringatan HAN 2026 yang berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini dihadiri para pelajar, guru, pegiat perlindungan anak, serta jajaran pemerintah daerah.

Menurut Wulan, anak bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa. Karena itu, pemenuhan hak anak tidak dapat dibebankan hanya kepada orang tua, melainkan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

“Setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan, perlindungan, serta kesempatan mengembangkan bakat, kreativitas, dan cita-citanya,” ujar Wulan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi berbagai hasil karya yang dipamerkan anak-anak Lampung, mulai dari lukisan, kerajinan tangan, kain wastra, produk kuliner, hingga aneka aksesori. Menurutnya, kreativitas tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda jika mendapatkan pembinaan yang tepat.

Wulan juga menyoroti prestasi siswa sekolah dasar asal Lampung yang berhasil menciptakan robot pengantar makanan dan menorehkan prestasi di tingkat nasional. Capaian itu, katanya, menjadi bukti bahwa anak-anak Lampung memiliki kemampuan bersaing apabila memperoleh dukungan dan kesempatan yang memadai.

Tak hanya itu, ia turut mengangkat kisah inspiratif mantan anggota Forum Anak Daerah Provinsi Lampung yang kini sukses mengembangkan usaha kuliner dan menjadi pelaku bisnis oleh-oleh khas Lampung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mandiri.

“Saya ingin berbagi pengalaman sekaligus menjadi mentor bagi adik-adik Forum Anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wulan juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Menurutnya, anak perlu didengar dan dilibatkan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Selain itu, ia berpesan agar anak-anak menggunakan teknologi secara bijak. Peran orang tua, menurutnya, sangat penting dalam mendampingi penggunaan gawai agar tidak mengganggu proses belajar maupun aktivitas positif lainnya.

“Gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Tetap fokus belajar, berlatih, dan mengembangkan diri. Orang tua juga harus aktif mendampingi anak saat menggunakan teknologi digital,” pesannya.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB). Wulan mengapresiasi dedikasi para guru yang telah membimbing peserta didik berkebutuhan khusus hingga mampu menunjukkan berbagai prestasi dan keterampilan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, yang mewakili Gubernur Lampung, menegaskan bahwa kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus.

Ia menyebut anak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan daerah. Karena itu, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus memastikan setiap anak memperoleh lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.

Firsada mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung pelaksanaan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) guna menciptakan lingkungan yang ramah anak, baik di rumah, sekolah, ruang publik maupun ruang digital.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Lampung memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak dari berbagai ancaman, seperti kekerasan, eksploitasi, perundungan, diskriminasi hingga penyalahgunaan teknologi digital.

“Kita harus memastikan setiap ruang menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bermain, berkreasi, dan berkembang. Melindungi anak berarti menjaga masa depan Lampung,” ujar Firsada.

Menutup sambutannya, Firsada mengajak seluruh anak di Lampung untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, memanfaatkan teknologi secara positif, serta berani mengejar cita-cita.

“Teruslah berkarya dan jangan pernah takut bermimpi besar. Mimpi kalian hari ini adalah harapan Lampung di masa depan,” tutupnya.(*)