Harga Bahan Pokok Bandar Lampung Dipantau Setiap Hari, Pemkot Perkuat Penetrasi Pasar

BANDAR LAMPUNG95 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan terus memperketat pemantauan harga dan stok bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan tetap tersedia sekaligus mengantisipasi gejolak harga akibat faktor cuaca dan distribusi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pemantauan dilakukan setiap hari menggunakan aplikasi Siaga Bapok. Melalui aplikasi tersebut, pihaknya dapat melihat perkembangan harga berbagai komoditas secara real-time, mulai dari beras, minyak goreng, gula, daging hingga kebutuhan pokok lainnya.

“Setiap hari kita melakukan pemantauan melalui aplikasi Siaga Bapok. Secara umum, ketersediaan bahan pokok di pasaran masih aman dan mencukupi,” kata Erwin.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas memang mengalami perubahan harga. Beras premium, cabai, dan bawang tercatat mengalami kenaikan, namun masih dalam kategori wajar. Sementara harga telur dan daging justru menunjukkan tren penurunan.

Untuk komoditas minyak goreng, harga Minyak Kita masih relatif stabil. Adapun minyak goreng curah mengalami kenaikan tipis, sedangkan harga minyak premium mengikuti jenis produk dan kondisi daya beli masyarakat.

“Minyak Kita masih stabil. Minyak curah ada sedikit kenaikan, tetapi tidak signifikan. Yang terpenting, stok minyak goreng secara keseluruhan masih aman,” ujarnya.

Erwin menilai pergerakan harga bahan pokok dipengaruhi berbagai faktor, terutama kelancaran distribusi dan kondisi cuaca. Gangguan perjalanan, termasuk kabut asap, berpotensi memperlambat pengiriman komoditas dari daerah pemasok menuju pasar.

Faktor cuaca juga memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Kemarau panjang dapat mengurangi ketersediaan air sehingga berpotensi mengganggu produksi, memicu gagal panen, maupun membuat waktu panen sejumlah komoditas mundur.

“Kondisi cuaca sangat berpengaruh. Kemarau yang cukup panjang tentu berdampak kepada petani. Ada risiko gagal panen atau panen menjadi tertunda. Distribusi juga bisa terganggu apabila ada kendala dalam perjalanan,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian harga, Dinas Perdagangan bersama Bulog rutin menggelar penetrasi pasar sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, dan Minyak Kita dengan harga yang diupayakan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Erwin, penetrasi pasar menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran.

“Kita bersama Bulog terus melakukan penetrasi pasar tiga kali dalam seminggu. Beras, gula, dan Minyak Kita kita upayakan sesuai HET agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Ke depan, Dinas Perdagangan berencana memperluas cakupan penetrasi pasar agar tidak hanya dilakukan di lokasi tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kota Bandar Lampung.

“Kita ingin penetrasi pasar ini ke depan bisa menjangkau seluruh kecamatan. Harapannya stabilitas harga bisa dirasakan masyarakat secara merata dan kebutuhan pokok tetap mudah diperoleh,” pungkas Erwin.(*)