Pemerintah Perkuat Koperasi Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Desa

BANDAR LAMPUNG32 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Kota Bandar Lampung menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian/Lembaga bersama pemerintah daerah dalam rangka penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Provinsi Lampung.

Rakor yang berlangsung di Gedung Semergou, Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026), dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Julianto.

Turut hadir Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, para bupati dan walikota se-Lampung, pengurus koperasi, serta kepala desa.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Bandar Lampung sebagai lokasi pelaksanaan rakor tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan kepada kami sebagai tuan rumah,” ujar Eva.

Eva mengatakan, Pemkot Bandar Lampung terus mendorong pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah kota.

Bandar Lampung memiliki 20 kecamatan dan 126 kelurahan. Sejalan dengan jumlah tersebut, pemerintah kota telah mendorong pembentukan 126 Koperasi Kelurahan Merah Putih.

Selain mendorong pembentukan kelembagaan, Pemkot Bandar Lampung juga memberikan dukungan dana awal sebesar Rp50 juta untuk masing-masing koperasi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha sekaligus memperkuat pelayanan ekonomi bagi masyarakat.

“Koperasi diharapkan tidak hanya sebatas pembentukan kelembagaan, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” kata Eva.

Menurutnya, rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pengelola koperasi.

Eva berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi koperasi yang sehat, profesional, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga koperasi dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bandar Lampung serta masyarakat Lampung secara keseluruhan,” pungkasnya.

Pemerintah Minta Publik Beri Masukan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto mengatakan, rakor tersebut digelar untuk memastikan komitmen pemerintah dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi publik memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Sebagai narasumber ada Menteri Koperasi dan Wamendagri, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi langsung dari pihak yang berkompeten,” ujarnya.

Yandri juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak berhasil.

Menurutnya, program tersebut masih berada dalam tahap pelaksanaan. Sejumlah proses masih berlangsung, mulai dari validasi dan verifikasi bangunan hingga finalisasi anggaran yang nilainya mencapai lebih dari Rp35 miliar.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perekonomian dari desa dan dari bawah.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menggerakkan berbagai potensi ekonomi desa, mulai dari produksi beras, telur, cabai, kentang hingga komoditas pertanian lainnya.

Penguatan sektor ekonomi di tingkat desa diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Pemerintah meyakini kemajuan Indonesia tidak hanya dibangun dari pusat, tetapi juga dari geliat ekonomi desa di seluruh pelosok negeri,” kata Yandri.(*)