Bandar Lampung Masuk 395 Besar Kota Dunia Versi Global Cities Index 2026

BANDAR LAMPUNG30 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Bandar Lampung masuk dalam jajaran 1.000 kota terbesar dunia versi Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Dalam pemeringkatan tersebut, Bandar Lampung berada di peringkat 395 dunia dengan skor keseluruhan 46,5.

Data tersebut tercantum dalam laman resmi Oxford Economics yang memuat perbandingan seluruh kota dalam Global Cities Index 2026. Posisi Bandar Lampung berada satu tingkat di atas Yogyakarta yang menempati peringkat 396.

Global Cities Index merupakan indeks yang digunakan Oxford Economics untuk membandingkan kinerja 1.000 kota besar dunia. Penilaiannya tidak hanya melihat kekuatan ekonomi, tetapi menggunakan lima kategori utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance.

Kelima kategori tersebut kemudian digabungkan menjadi skor keseluruhan. Oxford Economics menyebut indeks ini disusun dengan menggunakan berbagai indikator sosial-ekonomi serta proyeksi ekonomi perkotaan untuk melihat kekuatan, kelemahan, dan potensi perkembangan masing-masing kota.

Dalam daftar tersebut, Bandar Lampung tercatat dengan skor 46,5. Sementara Makassar berada di peringkat 389, menjadi kota Indonesia dengan posisi lebih tinggi yang tercantum berdekatan dalam daftar tersebut.

Masuknya Bandar Lampung dalam pemeringkatan global tersebut turut menyoroti posisi kota ini dalam konteks perkembangan perkotaan di Indonesia dan kawasan Sumatera bagian selatan.

Secara geografis, Bandar Lampung memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung. Kota ini juga menjadi salah satu simpul mobilitas penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera dengan jalur penyeberangan menuju Pulau Jawa.

Namun, peringkat dalam Global Cities Index tidak semata-mata dapat dibaca sebagai ukuran kekuatan ekonomi sebuah kota. Kerangka penilaian Oxford Economics mencakup aspek sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan. Dengan demikian, posisi sebuah kota dalam indeks merupakan gambaran multidimensi mengenai kondisi dan potensi perkotaan.

Bagi Bandar Lampung, pemeringkatan tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk melihat posisi kota dalam lanskap perkotaan global sekaligus mengidentifikasi aspek pembangunan yang masih perlu diperkuat.

Penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan menjadi bagian dari sejumlah aspek yang tercakup dalam kerangka penilaian Global Cities Index.

Oxford Economics sendiri menegaskan bahwa indeks tersebut dirancang bukan sekadar untuk menghasilkan peringkat, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kekuatan dan tantangan masing-masing kota serta arah perkembangannya ke depan.

Dengan menempati peringkat 395 dari 1.000 kota yang dinilai, Bandar Lampung kini tercatat dalam salah satu pemeringkatan perkotaan global yang menggunakan pendekatan multidimensi untuk mengukur kinerja dan prospek kota.(*)