Jakarta (Journalmedia.id) – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui perluasan investasi dan akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah, terutama kopi, lada, dan kakao.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama sejumlah investor asal Eropa dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang difasilitasi PT Klumbayan Gold Farm di Restoran Lara Djonggrang, Menteng, Jakarta, Rabu malam (14/10/2026).
Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menyambut positif pertemuan tersebut sebagai peluang memperkuat kemitraan pembangunan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi perkebunan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian Lampung.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang memberikan perhatian terhadap pengembangan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Terima kasih atas undangannya. Saya sangat menyambut baik pertemuan malam ini dengan mitra-mitra pembangunan di Kabupaten Pesawaran. Saya juga mengapresiasi langkah-langkah ini yang pada akhirnya nanti untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak komoditas unggulan di Pesawaran,” ujar Mirza.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar pada sektor perkebunan, terutama kopi, lada, dan kakao. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengelolaan pascapanen, serta pemenuhan standar yang dipersyaratkan pasar internasional.
Pemprov Lampung pun mendorong agar investasi dan kegiatan ekspor tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada petani dan pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut mencakup penguatan rantai pasok, peningkatan nilai tambah komoditas, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan petani.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, pengembangan kakao di wilayahnya sejalan dengan program Gubernur Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menjelaskan, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang banyak dibudidayakan petani di Kabupaten Pesawaran. Karena itu, diperlukan kerja sama dengan mitra investasi untuk memperluas pengembangan produk sekaligus membangun sistem pemasaran yang berkelanjutan.
“Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan berkolaborasi bersama para mitra untuk membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” kata Nanda.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kualitas bahan baku, memperluas akses pasar, serta mendorong tumbuhnya industri pengolahan kakao yang mampu memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan masyarakat.
Di sisi lain, Direktur PT Klumbayan Gold Farm Arif Rachman mengungkapkan, pihaknya berencana membangun rantai pasok hijau (green supply chain) di Lampung untuk tiga komoditas pertanian, yakni lada hitam, kopi, dan kakao.
Pengembangan tersebut dilakukan dengan dukungan mitra dari sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, serta jejaring organisasi internasional lainnya.
Arif menyebutkan, penjajakan ekspor lada hitam telah dilakukan sejak 2023. Upaya tersebut, menurutnya, telah menghasilkan ekspor langsung dari petani ke pasar Eropa.
“Kita sudah mulai penjajakan untuk lada hitam dari tahun 2023 dan sudah berhasil diekspor langsung dari petani ke pasar Eropa. Kemudian ke depannya kita akan coba kembangkan komoditas kakao dan kopi,” jelas Arif.
Pengembangan rantai pasok untuk ketiga komoditas tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara petani dan pasar global. Dengan dukungan investasi, peningkatan kualitas produksi, serta akses pemasaran yang lebih luas, komoditas perkebunan Lampung diharapkan memiliki daya saing lebih kuat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani.(*)






