Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Integritas Pegawai, Sosialisasikan Bahaya Judi Online hingga Suap

BANDAR LAMPUNG40 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang memperkuat komitmen dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance/GCG.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan peningkatan kesadaran (awareness) mengenai bahaya judi online, gratifikasi, dan suap di lingkungan kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa (21/10/2026).

Dua narasumber yang hadir yakni Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, serta Kepala Seksi II Bidang Intelijen, Andres Suprianus. Keduanya memberikan pemahaman mengenai risiko hukum, dampak sosial, serta konsekuensi praktik judi online, gratifikasi, dan suap, khususnya di lingkungan kerja dan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ricky Ramadhan menegaskan, edukasi hukum menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran pegawai sekaligus membangun karakter yang berintegritas. Pemahaman terhadap aturan hukum, menurutnya, harus disertai komitmen dan keberanian untuk menolak setiap tindakan yang melanggar hukum maupun bertentangan dengan etika.

“Judi online bukan hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan pribadi, keharmonisan keluarga, dan produktivitas seseorang.Sementara itu, praktik suap dan gratifikasi yang bertentangan dengan ketentuan hukum dapat merusak integritas, mencederai kepercayaan publik, serta menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak-pihak yang terlibat,” ujar Ricky.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman seluruh pegawai Pelindo Regional 2 Panjang mengenai pentingnya menaati hukum, menjaga integritas, dan menolak segala bentuk pelanggaran.

“Integritas harus menjadi prinsip dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang melalui Manager Kepatuhan Bisnis, Weriyanto Febriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik di seluruh lini organisasi.

Menurut Weriyanto, integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis kepelabuhanan secara profesional dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari BUMN, setiap insan Pelindo memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan negara, masyarakat, pengguna jasa, serta mitra kerja.

“Karena itu, kami tidak memberikan ruang bagi praktik suap, gratifikasi yang bertentangan dengan ketentuan, maupun perilaku lain yang dapat merusak integritas dan kredibilitas perusahaan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber juga menekankan pentingnya kesadaran setiap pegawai untuk menjauhi perilaku yang bertentangan dengan hukum dan etika, sekaligus memahami peran masing-masing dalam mencegah potensi pelanggaran di lingkungan kerja.

Di sektor kepelabuhanan, integritas menjadi aspek penting karena kegiatan operasional melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengguna jasa, mitra usaha, perusahaan pelayaran, hingga instansi pemerintah dan unsur maritim lainnya.

Kondisi tersebut menuntut setiap pegawai menjalankan tugas secara transparan, objektif, dan akuntabel, serta menghindari konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan.

Selain itu, judi online menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan persoalan finansial, mengganggu konsentrasi, dan menurunkan produktivitas pegawai.

Sementara itu, praktik suap dan gratifikasi yang melanggar ketentuan dapat merusak objektivitas pengambilan keputusan sekaligus menimbulkan risiko hukum dan reputasi bagi perusahaan.

Weriyanto menambahkan, kesadaran terhadap bahaya judi online, gratifikasi, dan suap harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin memastikan bahwa integritas bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas. Seluruh pegawai harus berani menolak segala bentuk pemberian yang tidak semestinya, menghindari konflik kepentingan, serta menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi judi online karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kerja.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta.

Langkah tersebut menjadi bentuk kesepakatan untuk menolak judi online, mencegah praktik suap dan gratifikasi yang melanggar ketentuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang berharap budaya kerja yang bersih, profesional, dan berintegritas semakin kuat sehingga dapat mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta meningkatkan kepercayaan pengguna jasa dan seluruh pemangku kepentingan.(*)