Akses Sekolah Rakyat di Lampung Selatan Mulai Dibangun, Penerimaan Ditargetkan Juli 2027

LAMPUNG SELATAN42 Dilihat

Lampung Selatan (Journalmedia.id) – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai membangun akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat di dekat Exit Tol Kalianda, Desa Canggu, Kecamatan Kalianda. Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari persiapan menghadirkan fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau progres pembangunan jalan tersebut, Senin (26/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia memeriksa kualitas konstruksi, detail teknis, hingga desain gorong-gorong untuk memastikan akses menuju kawasan sekolah aman dan berfungsi optimal.

Egi menegaskan, pembangunan infrastruktur harus didukung perencanaan yang matang, termasuk dalam pemilihan desain yang sesuai dengan kebutuhan dan standar keselamatan.

Ia juga mendorong agar desain infrastruktur dari sejumlah kawasan pengembangan, seperti BSD dan proyek Ciputra, dapat dijadikan referensi selama memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.

“Coba lihat desain seperti jembatan dan gorong-gorong di kawasan BSD maupun proyek yang dikembangkan Ciputra. Itu bagus-bagus, kita adopsi. Kalau tidak ada ketentuan yang baku, harusnya bisa kita adopsi,” kata Egi.

Selain kualitas konstruksi, aspek keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian. Pemasangan rambu-rambu, termasuk rambu berhenti, dinilai penting untuk menunjang keamanan dan kelancaran kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Akses jalan yang dibangun memiliki panjang 215 meter dan lebar 15 meter, dengan lebar perkerasan eksisting sekitar 8 meter. Jalan menggunakan konstruksi beton dan dilengkapi tujuh titik lampu penerangan, penanaman 40 pohon tabebuya, serta satu unit gorong-gorong untuk menunjang sistem drainase.

Sekolah Rakyat Berkapasitas 2.500 Orang

Di sisi lain, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat terus dilakukan. Fasilitas pendidikan ini dirancang menggunakan sistem asrama atau boarding school dengan kapasitas sekitar 2.500 orang, termasuk peserta didik dan tenaga pendukung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan Puji Sukamto mengatakan, pencanangan pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia. Apabila tidak ada perubahan jadwal, pembangunan ditargetkan dimulai pada akhir Desember 2026.

“Kalau tidak ada perubahan, pembangunan dimulai akhir Desember. Pada Juli mendatang, sekolah ditargetkan sudah menerima sekitar 2.500 orang, termasuk guru dan wali asuh,” ujar Puji.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), serta masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial. Penentuan peserta tetap mengacu pada kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Anak-anak yang mengalami putus sekolah juga berpeluang mengikuti program tersebut sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perluas Kesempatan Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu

Kehadiran Sekolah Rakyat di Lampung Selatan diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang didukung fasilitas asrama dan pendampingan bagi peserta didik.

Pembangunan akses jalan menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang kesiapan operasional fasilitas tersebut. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas siswa, tenaga pendidik, serta kebutuhan pelayanan sekolah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga Sekolah Rakyat dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas pemerataan pendidikan sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.(*)