Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Lampung Kuasai Keterampilan dan Ciptakan Lapangan Kerja

BANDAR LAMPUNG135 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong generasi muda tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kreativitas, dan kemampuan berwirausaha agar mampu bersaing di dunia kerja.

Pesan tersebut disampaikan Mirza saat membuka program Tailor Made Training (TMT) di Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung, Senin (2/11/2026). Program pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan pasar kerja.

TMT merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan yang dilaksanakan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan mitra dengan materi yang mencakup keterampilan teknis, budaya kerja, kedisiplinan, produktivitas, hingga pemanfaatan teknologi.

Di lingkungan UIN Raden Intan Lampung, pelatihan tersebut melibatkan 288 mahasiswa dari delapan fakultas yang dibagi ke dalam 18 kelas. Pelaksanaannya berlangsung dalam dua tahap, yakni 176 peserta pada 19–23 Oktober 2026 dan 112 peserta lainnya pada 2–6 November 2026.

Dalam sambutannya, Mirza menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Lampung. Potensi besar penduduk usia produktif, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha.

Ia menyebutkan, setiap tahun Lampung menghasilkan sekitar 130.000 lulusan SMA dan SMK. Sebagian dari lulusan tersebut tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga perlu mendapatkan akses pelatihan dan peningkatan keterampilan agar memiliki peluang lebih luas dalam memperoleh pekerjaan.

Karena itu, pelatihan vokasi seperti TMT dinilai dapat membantu mempertemukan kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri. Di sisi lain, generasi muda juga didorong untuk tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha.

“Kunci kemajuan Provinsi Lampung ke depan, kemakmuran itu adalah di anak-anak mudanya. Saya berharap adik-adik yang ada di sini harus punya kreativitas, inovasi, dan semangat. Setelah lulus harus bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Mirza.

Selain penguatan keterampilan kerja, Gubernur mengajak mahasiswa melihat potensi sumber daya alam Lampung sebagai peluang untuk membangun usaha. Sejumlah komoditas unggulan seperti kopi robusta, pisang, jagung, dan ubi kayu dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, pengembangan industri pengolahan menjadi salah satu langkah penting agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Hilirisasi tersebut berpotensi membuka unit-unit usaha baru sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Untuk mendukung langkah tersebut, generasi muda perlu menguasai keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk penerapannya dalam sektor pertanian dan industri pengolahan.

Pemprov Lampung juga mendorong perluasan akses pendidikan dan kewirausahaan melalui sejumlah program. Di antaranya beasiswa Satu Desa Satu Sarjana serta rencana penyediaan fasilitas pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi anak muda yang ingin memulai bisnis.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Wan Jamaluddin menyambut pelaksanaan TMT sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan di luar pembelajaran akademik.

Ia berharap tambahan kompetensi tersebut dapat meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan kerja sekaligus menumbuhkan keberanian untuk membangun usaha secara mandiri.

“Kami berharap program ini menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda Lampung yang tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator,” kata Wan Jamaluddin.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dan perguruan tinggi melalui program TMT diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan bekal keterampilan yang sesuai, generasi muda Lampung diharapkan mampu mengambil peran dalam mengisi peluang kerja sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.(*)