Pemkot Bandar Lampung Galang Donasi ASN untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

BANDAR LAMPUNG1047 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggalang donasi untuk membantu korban banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Penggalangan bantuan dilakukan melalui donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandar Lampung.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pengumpulan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian ASN terhadap masyarakat di daerah yang terdampak bencana. Hal itu disampaikannya usai memimpin Apel HUT Korpri ke-54 di halaman Pemkot Bandar lampung, Senin (1/12/2025).

“Dana bantuan berasal dari donasi yang digalang ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandar lampung,” ujar Eva Dwiana.

Ia menginstruksikan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menerbitkan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengumpulkan bantuan berupa uang dan pakaian layak pakai.

Selain itu, Eva menegaskan kesiapsiagaan bencana di Kota Bandar lampung terus diperkuat. Pemkot telah membentuk satuan tugas bencana mulai dari tingkat RT hingga kecamatan untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor.

“Kita sudah membentuk satgas bencana dari tingkat RT sampai kecamatan. Insyaallah Januari nanti, bersama Pangdam II/Sriwijaya Radin Intan, kita akan berkolaborasi membersihkan serta membangun beberapa talud. Yang lebarnya 15 meter akan kita lebarkan menjadi 20 meter,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandar lampung Aklim menyampaikan, pihaknya telah menindaklanjuti arahan wali kota dengan mengeluarkan edaran penggalangan donasi kepada seluruh OPD.

“Donasi uang dapat diserahkan langsung ke Dinas Sosial, sedangkan pakaian layak pakai bisa diantar ke kantor BPBD di Jalan Warsito, Telukbetung Utara,” jelas Aklim.

Diketahui, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar terjadi akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat wilayah pesisir dan perbukitan di Pulau Sumatera rawan terdampak bencana hidrometeorologi, terutama saat puncak musim penghujan.(*)