Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Proyek perbaikan drainase di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Gulak Galik, Bandar Lampung, menuai polemik. Pengerjaan saluran air tersebut terpaksa “melompati” dua rumah warga, termasuk kediaman Ketua RT 08, Mardiah, lantaran belum tercapainya kesepakatan teknis antara warga dan pelaksana proyek.
Akibat kondisi itu, terjadi penyempitan saluran (bottleneck) karena sisa bangunan drainase lama tidak diseragamkan dengan konstruksi baru.
Pantauan di lokasi pada Senin (15/12/2025), genangan air mulai terlihat di saluran depan rumah warga yang tidak dibongkar.
Ketua RT 08 Gulak Galik, Mardiah, menegaskan dirinya tidak menolak pembangunan drainase. Namun, ia meminta adanya kepastian rekondisi teras rumahnya setelah pembongkaran dilakukan.
“Saya tidak menolak pembangunan. Saya hanya minta jaminan teras rumah saya diperbaiki kembali setelah dibongkar. Tapi sambil menunggu kepastian, pelaksana justru memilih melewati rumah saya,” ujar Mardiah.
Sementara itu, pelaksana proyek bernama Meri mengakui bahwa pengerjaan drainase di Jalan Dewi Sartika bukan merupakan proyek utama, melainkan pengalihan atau “tambalan” volume dari pekerjaan drainase di Gang Langgar.
Menurut Meri, terdapat kekurangan volume sekitar 32 kubik dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal proyek di Gang Langgar. Sisa volume tersebut kemudian dialihkan ke Jalan Dewi Sartika untuk menghindari temuan saat audit.
“Volume harus dicukupi supaya tidak dianggap korupsi. Kalau gambar bisa berubah, asalkan masih satu kelurahan,” kata Meri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Terkait rumah warga yang dilewati pengerjaan, Meri berdalih pihaknya dikejar target waktu. Ia mengaku hanya mampu membantu penyediaan material perbaikan, namun tidak bersedia menanggung biaya tenaga kerja.
“Saya bisa bantu material, tapi tidak bisa bayar tukang karena sistemnya harian,” tegasnya.
Namun demikian, saat ditanya mengenai transparansi anggaran proyek, Mary memberikan jawaban yang tidak jelas. Ia mengaku lupa nilai pagu anggaran maupun nama CV pelaksana proyek.
“Saya lupa, belum buka RAB-nya. Itu semua pakai CV pelaksana saya,” pungkasnya.
Hingga kini, warga sekitar mengkhawatirkan potensi banjir akibat drainase yang tidak tersambung secara sempurna. Di sisi lain, proyek drainase di lokasi utama, yakni Gang Langgar, terpantau telah rampung sepenuhnya.(*)






