Pemkot Bandar Lampung Ajak Warga Perkuat Toleransi di Perayaan Imlek 2577 Kongzili

BANDAR LAMPUNG786 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan kebersamaan dalam momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Harapan tersebut disampaikan Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, agar semangat Gong Xi Fa Cai membawa kemajuan dan kebaikan bagi masyarakat secara luas.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan Imlek di Kota Tapis Berseri pada Selasa (17/2/2026). Perayaan Imlek tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, namun juga menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama serta semangat gotong royong dalam membangun Kota Bandar Lampung.

Walikota Eva Dwiana bersama jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung meninjau langsung perayaan Imlek yang digelar di Vihara Amurwa Bhumi Graha. Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menegaskan bahwa toleransi dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bandar Lampung yang lebih baik.

“Perayaan Imlek ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat kerukunan. Toleransi dan kebersamaan adalah fondasi utama kita dalam membangun Kota Bandar Lampung yang lebih baik ke depannya,” ungkap Walikota Eva Dwiana.

Imlek 2577 Kongzili yang dirayakan pada 2026 ini menandai Tahun Kuda Api. Kuda melambangkan kebebasan dan kemandirian, sementara elemen api merepresentasikan energi positif yang membara.

Rohaniwan Konghucu, Virya Parama atau yang akrab disapa Romo Cin Wi, menyebut Tahun Kuda Api sebagai momentum emas untuk kebangkitan usaha dan karier. Ia berharap semangat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai keberuntungan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk kemajuan daerah dan bangsa.

“Semangat Kuda Api hendaknya menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras, berkontribusi, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Rangkaian perayaan Imlek telah dimulai sejak 4 Februari lalu dengan ritual pembersihan altar dan pratima sebagai simbol membersihkan batin dari hal-hal negatif di masa lalu. Sembahyang leluhur menjadi salah satu rangkaian paling sakral, sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan generasi saat ini dengan para pendahulu.

Tak hanya dirasakan umat di dalam vihara, suasana perayaan Imlek juga turut dirasakan para pedagang, petugas kebersihan, serta masyarakat di sekitar lokasi, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang kental di Kota Bandar Lampung.(*)