Stok Menipis, Dinkes Bandar Lampung Perketat Distribusi Vaksin Rabies

BANDAR LAMPUNG848 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung bergerak cepat menanggapi isu kelangkaan vaksin rabies di sejumlah puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan, Muhtadi Tumenggung, menginstruksikan Kepala Bidang P2P untuk memperkuat mekanisme distribusi dan komunikasi antarpuskesmas agar stok vaksin tetap terpantau dan dapat segera dialihkan jika terjadi kekosongan.

“Setiap puskesmas kini bisa langsung melapor ke Dinas Kesehatan kalau stoknya kosong. Kami akan segera arahkan ke puskesmas terdekat yang masih punya persediaan,” ujar Muhtadi, Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa stok vaksin anti rabies (VAR) memang terbatas. Berdasarkan data Dinkes, total persediaan hanya 1.600 dosis di seluruh puskesmas, sementara kasus gigitan hewan penular rabies dalam setahun terakhir mencapai sekitar 600 kasus.

“Setiap kasus gigitan umumnya butuh dua kali suntikan di tahap awal. Jadi kebutuhan vaksin cukup tinggi,” jelasnya.

Hingga laporan terakhir, sisa stok vaksin hanya sekitar 200 dosis. Dinkes telah mengajukan permintaan tambahan vaksin ke Kementerian Kesehatan dan berharap distribusi baru segera datang.

Penggunaan Vaksin Diperketat, Pemeriksaan Hewan Jadi Tahap Wajib

Muhtadi menegaskan bahwa vaksin tidak otomatis diberikan pada semua korban gigitan. Petugas medis harus memeriksa kondisi hewan terlebih dahulu untuk memastikan penggunaan vaksin tepat sasaran.

“Kalau hewannya menunjukkan gejala rabies, barulah vaksin diberikan. Kami harus bijak menggunakan stok yang terbatas,” katanya.

Untuk mengatasi kendala distribusi, Dinkes kini menerapkan sistem saling bantu antarpuskesmas. Misalnya, jika Puskesmas Way Halim kehabisan stok, mereka bisa mengambil dari Puskesmas Kedaton melalui koordinasi resmi dengan Dinkes.

“Kami juga mempertimbangkan jarak. Kalau terlalu jauh, kami carikan puskesmas terdekat agar penanganan lebih cepat,” tambahnya.

Muhtadi berharap mekanisme ini dapat menjaga kelancaran layanan vaksinasi hingga akhir tahun.

“Dengan sistem ini, kami ingin memastikan semua warga yang membutuhkan tetap bisa tertangani. Jangan sampai ada kasus terhambat hanya karena stok,” pungkasnya. (*)