Lampung Percepat Eliminasi TBC, Wagub Jihan Dorong Integrasi Data dan Penguatan Screening

BANDAR LAMPUNG46 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari agenda prioritas nasional. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menerima kunjungan Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI sebelumnya, mengingat Lampung termasuk wilayah prioritas dalam penanganan TBC. Pemerintah daerah menilai upaya pengendalian penyakit ini membutuhkan langkah terstruktur dan kolaboratif lintas sektor.

Jihan mengungkapkan optimisme bahwa Lampung mampu menjadi percontohan nasional dalam eliminasi TBC. Ia menilai pengalaman saat pandemi COVID-19 telah membentuk pola kerja yang solid antara pemerintah dan tenaga kesehatan.

“Pendekatan masif dan terstruktur saat pandemi menjadi modal penting untuk diterapkan dalam penanganan TBC. Kami optimistis Lampung dapat menjadi pilot project bagi daerah lain,” ujarnya.

Meski capaian kesembuhan TBC menunjukkan tren positif, Jihan menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya pengobatan, tetapi memastikan proses screening berjalan optimal dan diikuti penanganan yang tuntas.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Lampung akan mengoptimalkan peran seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga posyandu, termasuk melibatkan kader kesehatan di tingkat desa.

Sebagai bagian dari inovasi, pemerintah juga berencana mengintegrasikan program penanggulangan TBC ke dalam aplikasi “Lampung In”. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan pemantauan data pasien secara real-time.

Dari sisi teknis, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan PDPI guna memastikan integrasi data berjalan efektif. Pemerintah berharap kebijakan berbasis data tersebut mampu memberikan dampak signifikan terhadap penanganan TBC.

Capaian kinerja sektor kesehatan di Lampung juga menunjukkan perkembangan positif. Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan tercatat mencapai 103 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Sementara hingga triwulan pertama 2026, capaian telah berada di angka 19 persen.

Adapun tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat mencapai 95 persen pada 2024 dan naik menjadi 98 persen pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, angka keberhasilan pengobatan telah mencapai 81 persen.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat, Pemprov Lampung menargetkan eliminasi TBC dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan.(*)