Pelabuhan Regional 2 Panjang Jadi Gerbang Ekspor Perdana Tapioka Lampung ke Pasar Global

BANDAR LAMPUNG95 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pelabuhan Regional 2 Panjang kembali mencatatkan tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor daerah melalui kegiatan pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok.

Ekspor ini merupakan bagian dari penguatan hilirisasi hasil bumi Provinsi Lampung, di mana singkong menjadi salah satu komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara di Asia maupun belahan dunia lainnya.

Selain Tiongkok, komoditas ini juga direncanakan akan terus diekspor ke sejumlah negara yang telah menjalin kerja sama dan negosiasi dagang untuk menyerap hasil bumi Lampung.

Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp26 miliar diberangkatkan melalui Pelabuhan Panjang. Ekspor ini dilakukan oleh perusahaan mitra Pelindo Regional 2 Panjang, CV Intan Group.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. Turut hadir perwakilan instansi maritim dan kepelabuhanan, antara lain Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar, serta Asosiasi Maritim Pelabuhan Regional 2 Panjang.

Dalam sambutannya, CEO Intan Group Jeremy Gozal menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam merealisasikan ekspor perdana ini.

“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk memperluas pasar internasional, khususnya ke Tiongkok. Kami optimistis produk tepung tapioka dari Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sementara, Deputi Karantina Indonesia diwakili Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra menegaskan komitmen dalam menjamin kualitas dan keamanan komoditas ekspor.

“Kami memastikan seluruh proses karantina, baik untuk komoditas ikan maupun tumbuhan, telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan, sehingga produk yang diekspor aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata kekuatan komoditas unggulan daerah.

“Pelepasan ekspor ini menunjukkan bahwa Lampung mampu menjadi pemain penting dalam perdagangan internasional. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong kemudahan dan dukungan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat,” ungkap Gubernur.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang. Hardianto, menegaskan komitmen Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik dan kegiatan ekspor.

“Sebagai pengelola pelabuhan sekaligus pemilik lahan tempat berlangsungnya kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang berkomitmen memberikan layanan terbaik guna memastikan kelancaran proses ekspor. Sinergi antar stakeholder menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik,” ujar Hardianto.

Pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperluas pasar ekspor komoditas Lampung, khususnya tepung tapioka, serta memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolik Sertifikat Phytosanitari dan penyerahan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dan dilanjutkan “pecah kendi” yang dilakukan oleh Gubernur Lampung beserta seluruh peserta yang hadir.(*)