Atasi Jalan Rusak, Pemkot Bandar Lampung Gunakan Rabat Beton di Underpass Hanoman

BANDAR LAMPUNG48 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai melakukan penanganan permanen terhadap kerusakan jalan di kawasan Underpass Hanoman, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur.

Ruas jalan yang selama ini kerap mengalami kerusakan akibat genangan air hujan tersebut kini diperbaiki dengan metode pengecoran rabat beton. Selain memperkuat struktur jalan, Pemkot juga membangun sistem drainase baru untuk mengatasi persoalan aliran air.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan dasar warga.

“Jalan yang baik adalah hak masyarakat. Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus hadir, mendengar, dan bekerja memberikan yang terbaik,” ujar Eva, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Rayu R Warganegara, menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan persoalan utama di Underpass Hanoman berasal dari genangan air yang mempercepat kerusakan lapisan aspal.

“Air hujan yang menggenang membuat aspal cepat mengalami kerusakan dan kembali berlubang. Karena itu, kami memilih mengganti konstruksi dari hotmix menjadi rabat beton yang lebih tahan terhadap kondisi tersebut,” jelas Rayu.

Menurutnya, pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam pekerjaan tersebut agar air dapat mengalir dengan baik dan tidak kembali menggenangi badan jalan.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap guna menjaga kelancaran arus kendaraan. Saat ini, proses pengecoran difokuskan pada satu sisi jalan dengan panjang sekitar 32 meter dan lebar 3,5 meter.

Setelah struktur beton dinyatakan cukup kuat, pekerjaan akan dilanjutkan pada jalur berikutnya hingga seluruh bagian jalan selesai diperbaiki.

Selain Underpass Hanoman, Pemkot Bandar Lampung juga telah menyiapkan penanganan serupa di kawasan Underpass Kereta Api Pahoman. Ruas tersebut turut menjadi perhatian karena mengalami kendala akibat sistem drainase yang belum optimal.(*)