Bimtek Perkuat Kualitas Makanan Program MBG, Walikota Eva Tegaskan Pengawasan Ketat Jamin Gizi Anak Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG127 Dilihat

Bandar Lampung (Journalmedia.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas penjamah makanan dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperkuat pengawasan kualitas makanan di Satuan Penyedia Bahan Gizi (SPBG) di Provinsi Lampung.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan gizi anak berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus guna memperkuat pengawasan lapangan dan mencegah terulangnya insiden keamanan pangan di masa lalu.

“Harapan saya, ke depan tidak lagi terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga pelayanan semakin baik. Dengan adanya satgas ini, seluruh BGN di Bandar lampung dapat terpantau dengan baik,” ujar Eva, Sabtu (9/11/2025).

Bunda Eva menegaskan bahwa jumlah BGN di Bandar Lampung cukup banyak, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah tujuan utama. Karena itu, pengawasan ketat diperlukan untuk menjaga mutu pelayanan dan asupan gizi bagi anak-anak.

“Harapan besar kita adalah agar semua BGN mampu memberikan pelayanan terbaik serta memastikan asupan gizi yang berkualitas bagi anak-anak di Bandar lampung,” tambahnya.

682 SPBG Aktif, Dana Perputaran Capai Rp682 Miliar per Bulan

Direktur BGN Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung mencatat capaian positif dalam realisasi SPBG. Hingga saat ini, terdapat 682 SPBG aktif dari target 791, dengan potensi perputaran dana mencapai Rp682 miliar per bulan dari pusat ke daerah.

“Jika satu SPBG mampu menyerap sekitar Rp1 miliar per bulan, maka ada sekitar Rp682 miliar dana pusat yang masuk ke lapangan setiap bulan. Ini capaian yang patut disyukuri,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, pelatihan teknis kali ini menjadi bekal penting agar petugas lebih profesional dalam menangani bahan pangan, terutama guna mencegah kesalahan fatal yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Kita mengusung tema BGN Road to Zero Mistake menuju kondisi tanpa kesalahan, terutama dalam mencegah kasus makanan beracun atau pencemaran bahan pangan. Ini penting agar masyarakat benar-benar merasa aman,” ujarnya.

Dengan pengawasan yang semakin ketat dan peningkatan kompetensi petugas di lapangan, program pemenuhan gizi anak di Bandarlampung diharapkan dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan berkualitas.(*)